Jumat, 11 Februari 2011

KEGADUHAN ORIENTASI



Melky Koli Baran

Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Eston Foenay, M.Si) di masa kepemimpinannya ini menggantung orientasi pada kesejahteraan rakyat melalui mekanisme dan politik penganggaran daerah. Tiga pilar andalan menjadi lokomotif penggerak kesejahteraan itu. Dua diantaranya berbasis pertanian, yakni Jagung dan Ternak. Satu lagi basis organisasi perekonomian rakyat, yakni koperasi.
KEDAULATAN PANGAN

(Yang Tercecer Dari Mubes V Petani Flores)

Oleh Melky Koli Baran

“Petani harus berdaulat”. Begitulah seruan yang terus berulang dari para petani. Padahal masih terdengar lantang ceritera tentang petani minta bibit, pupuk bahkan beras yang berlabel “miskin”. Lasim disebut Raskin. Di satu sisi petani mau berdaulat. Tetapi di masih tergantung pada pihak lain. Meneriakkan kedaulatan pangan di tengah gegap gempita bagi-bagi Raskin.

Senin, 10 Januari 2011

POTENSI BANJIR DI LARANTUKA

Ramalan yang dirilis BMG akan terjadi potensi bencana di sejumlah tempat. Di kabupaten Flores Timur, demikian BMG, potensi hujan yang bisa berakibat terjadi bencana banjir akan terjadi di kecamatan Larantuka antara bulan Desember 2010 hingga Februari 2011.

Minggu, 19 September 2010

BUBARKAN SARASEHAN: SIKAP KAMPUNGAN

Jumad, 17 September 2010, bertempat di Aula Yesing, Witihama, pulau Adonara akan digelar sarasehan dengan tajuk Adonara Kabupaten. Sarasehan ini diselenggarakan aliansi LSM di pulau Adonara. Namun baru akan dimulai denganpengantar pemandu, sarasehan ini disuruh stop oleh Pol Pos Witiuhama atas perintah Kapolsek Waiwerang.

Rabu, 15 September 2010

Gempa Guncang Riangpuho

Murid-murid SDN Lebao Tanjung, SDI Riangpuho dan SMPN Satu Atap (SATAP) Tanjung Bunga di desa Waibao berhamburan mencari perlindungan. Hari itu Kamis, 26 Agustus 2010, pukul 11.30 Wita, gempa berkekuatan 5,6 SR menghguncang wilayah itu.

Rabu, 28 Juli 2010

KAFE HIBURAN DI LARANTUKA

Larantuka dijuluki kota Renya. Ini karena sejarah tradisi religius dan devosi kepada Bunda Maria. Refleksi itu konon diintegrasikan dalam pengalaman Raja Larantuka memimpin kerajaan ini. Di bawah sumpa setia para Maria sebagai Ratu, Raja Larantuka menyerahkan tongkat kepemimpinan kota ini ke tangan Bunda Maria Ratu Rosari. Selanjudnya raja sebagai abdi Maria yang dalam pemerintahannya sebagai pelayan kepada Maria Ratu Rosari. Maka pada keluarga dan turunan raja Larantuka melekat nama Don Servus.

Jumat, 02 Juli 2010

NTT PROPINSI JAGUNG: "MISKIN GAGASAN"

Oleh Melky Koli Baran
Editor buku Transgenik
dan Nasib Pertanian
lokal

Nama lengkapnya Viator Parera. Ia penulis kreatif. Dia ahli pertanian alamiah. Yang berpikir dan bertindak untuk pengembangan pertanian secara alamiah. Saya ingat, ketika saya minta beliau untuk menulis purna kata pada buku Transgenik yang saya edit. Ia berbicara dari hati, batin, pikiran dan kepribadiannya sebagai seorang petani Flores yang pernah bekerja di Dinas Pertanian kabupaten Sikka. Pandangannya berbeda dengan para sarjana pertanian umumnya tentang tanah, benih, pupuk dan paska panen. Ahli pertanian alamiah Jepang Fukuoka menjadi guru baginya.

PANSUS DPRD LEMBATA REKOMENDASIKAN 13 KASUS

Panitya khusus (Pansus) I dan II DPRD Lembata merekomendasikan tiga belas kasus. Sepuluh kasus ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan audit investigasi. Tiga kasus lainnya direkomendasikan ke Polres Lembata untuk diproses secara hokum. Demikian hasil siding paripurna DPRD Lembata Jumad 14 Mei 2010. Sidang ini dipimpin Ketua DPRD Lembata Yohanes de Rosari yang juga dihadiri wakil bupati Lembata Andreas Nula Liliweri.

Jumat, 14 Mei 2010

OTONOMI LEMBATA GAGAL

Kampanye pemekaran wilayah antara lain dikatakan untuk mendekatkan pelayanan dan pembangunan. Kampanye ini belum terbukti di Lembata walau kabupaten ini telah otonom 10 tahun lebih.”

Deru mesin kapal Lewoleba Karya melintasi selat Watowoko di lereng gunung Boleng. Sesaat kemudian menyeberang merapat ke pantai utara Lembata, sedikit menyamping berhadapan dengan pantai Loang ibu kota kecamatan Nagawutung.

Lalu perlahan merapat menyilang ke pantai Waijarang, perkampungan para pengungsi setelah kerusuhan etnis Ambon dan politik Timor Timur. Kapal pun menyusuri pantai itu.

Sabtu, 08 Mei 2010

EMBUN DI ATAS DAUN

Gerimis kecil-kecil membasahi Wisma Sesabanu, Minggu, 10 Januari 2010. Marsel Payong, putera Desa Bungalawan, Adonara Timur melangkah malu-malu menuju aula rumah kedamaian di Hokeng itu. Setelah mengisi buku tamu, Marsel menuju biliknya. Menaruh tas di bilik lalu menuju ruang minum. Kopi Hokeng menjadi pilihannya mengusir dahaga di senja sepi.

Sore itu, para peserta Pelatihan Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat atau yang dikenal dengan sebutan mentereng Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM) tiba di tempat pelatihan.